Imun, Booster, dan Kepedulian

Selama sepekan terakhir, cukup banyak asatidzah di lingkungan Kuttab Al-Fatih Cibinong yang mengalami sakit. Ada yang mengaitkannya dengan perubahan cuaca, ada pula yang menghubungkannya dengan merebaknya influenza type A, atau berbagai kemungkinan lainnya. Apa pun sebabnya, tentu kita tidak ingin tergesa-gesa menyimpulkan tanpa pemeriksaan dan informasi medis yang memadai.

Namun, bagi seorang mukmin, ada satu keyakinan yang tidak berubah: penyakit maupun kesembuhan, semuanya berada dalam ketetapan Allah ﷻ.

Allah ﷻ berfirman melalui perkataan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”
(QS. Asy-Syu‘ara: 80) (Quran)

Rasulullah ﷺ juga mengabarkan bahwa sakit yang menimpa seorang mukmin bukanlah sesuatu yang sia-sia. Bahkan rasa sakit, kelelahan, kesedihan, hingga duri yang menusuk seorang muslim dapat menjadi sebab Allah menggugurkan dosa-dosanya. (HR. Bukhari 5641–5642; Muslim 2573). (Sunnah.com)

Maka kita bertawakkal kepada Allah, sekaligus mengambil sebab-sebab yang Allah izinkan. Berobat, menjaga kesehatan, memperhatikan asupan, beristirahat dan menjaga kebugaran adalah bagian dari ikhtiar seorang mukmin. Rasulullah ﷺ pun bersabda bahwa setiap penyakit memiliki obat, dan ketika obat tersebut tepat bagi penyakitnya, kesembuhan terjadi dengan izin Allah. (HR. Muslim 2204). (Sunnah.com)

Ikhtiar Kecil untuk Para Guru

Berangkat dari rasa takzim, kepedulian, dan kasih sayang kepada para guru, para ummahat yang digawangi berinisiatif melakukan sebuah ikhtiar sederhana.

Setelah berkoordinasi dengan Bimaristan, para ummahat menyiapkan racikan herbal untuk dibagikan kepada para guru sebagai minuman pendamping untuk membantu menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh.

Racikan tersebut dibuat dari bahan-bahan yang mudah ditemui: jahe, sereh, madu, lemon, dan pandan.

Bukan sebuah racikan ajaib. Bukan pula pengganti pengobatan ketika seseorang sedang sakit. Ia hanyalah sebuah ikhtiar sederhana yang lahir dari rasa sayang.

Sebab para guru telah memberikan begitu banyak waktu, tenaga, ilmu, dan perhatian untuk mendampingi tumbuhnya generasi. Maka ketika sebagian dari mereka sedang diuji dengan sakit, rasanya wajar bila para ummahat ingin mengambil bagian dalam memberikan perhatian.

Ada yang mengajar di kelas.
Ada yang membimbing adab.
Ada yang membersamai hafalan Al-Qur’an.
Ada yang mendampingi anak-anak dalam perjalanan panjang menuntut ilmu.

Dan kali ini, giliran kita yang mengambil sedikit peran untuk menguatkan mereka.

Semoga racikan sederhana ini menjadi wasilah kebaikan. Semoga Allah ﷻ menjaga kesehatan para asatidzah, mengangkat sakit yang sedang dirasakan, memberikan kesembuhan yang sempurna, serta membalas perhatian para ummahat dengan sebaik-baik balasan.

Karena terkadang, kepedulian tidak harus hadir dalam sesuatu yang besar.

Secangkir minuman hangat, sebotol racikan herbal, sebuah perhatian kecil—ketika diberikan dengan tulus—dapat menjadi bentuk cinta yang sampai kepada hati.

Jazakumullahu khairan, para ummahat atas ikhtiar kecil yang penuh makna ini.

Semoga Allah menjaga guru-guru kita, menguatkan jasmani dan ruhiyah mereka, dan terus memberikan keberkahan pada ilmu serta perjuangan mereka dalam mendidik generasi. Aamiin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beranda
Program
Konfirmasi
Akun
Scroll to Top