
“Telur sama apa lagi ya?” Tanya pak Febri, (Sohib Tawaf Cibinong) dalam diskusi kecil di sela-sela menjemput santri.
“Minyak kayaknya, pas.” Pak Ayi menjawab.
“Bener, takutnya direbus semua telurnya kalau ga ada minyak.” gurau Pak Febri kembali. Kami tertawa, dan menyemogakan do’a.
Begitu kira-kira cita-cita takzim kami di bulan ini. Biidznillah, Allah mampukan Tawaf Cibinong dari hasil usaha wakaf produktifnya menunaikan obrolan tersebut.
Hari ini, untuk kesekian kalinya, para guru menerima rasa syukur dan takzim kami dengan sumeringah. 50 krat telur, dan 50 liter minyak goreng, telah kami salurkan melalui program Murobaha (Muliakan Guru Raih Berkah).
Semoga yang sedikit ini, mampu menghangatkan hati para guru, menumbuhkan keridhoan atas ilmu yang telah mereka berikan untuk para santri. Aamiin Allahumma Aamiin..
